Cite This        Tampung        Export Record
Judul Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin / Tere Liye
Pengarang Tere Liye
EDISI cetakan Pertama
Penerbitan JAKARTA : Gramedia Pustaka Utama, 2010
Deskripsi Fisik 264 hlm :ilus
ISBN 978-979-2257-80-9
Subjek Fiksi Remaja
Abstrak Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik. Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekali pun. Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan ini. Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. Tak pantas. Maafkan aku, Ibu. Perasaan kagum, terpesona, atau entahlah itu muncul tak tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua. Sekarang, ketika aku tahu dia boleh jadi tidak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, biarlah... Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun... daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya.
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Novel
Target Pembaca Umum

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00000009627 813 TER d Dapat dipinjam PERPUSTAKAAN SMKN 4 SAMARINDA - Ruang Baca Umum Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000001167
005 20240123112712
007 ta
008 240123################g##########f#ind##
020 # # $a 978-979-2257-80-9
035 # # $a 0010-0124000033
082 # # $a 813
084 # # $a 813 TER d
100 0 # $a Tere Liye
245 1 # $a Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin /$c Tere Liye
250 # # $a cetakan Pertama
260 # # $a JAKARTA :$b Gramedia Pustaka Utama,$c 2010
300 # # $a 264 hlm : $b ilus
520 # # $a Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik. Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekali pun. Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan ini. Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. Tak pantas. Maafkan aku, Ibu. Perasaan kagum, terpesona, atau entahlah itu muncul tak tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua. Sekarang, ketika aku tahu dia boleh jadi tidak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, biarlah... Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun... daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya.
650 # 4 $a Fiksi Remaja
No Nama File Nama File Format Flash Format File Action
1 Tere_Liye_-_Daun_Yang_Jatuh_Tak_Pernah_Membenci_Angin.pdf Daun yang jatuh tak pernah membenci angin pdf Baca Online
Content Unduh katalog