01394 2200205 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020002200100082000800122084001400130100001400144245005900158250002000217260004500237300002000282650001700302520086900319INLIS00000000000116720240123112712 a0010-0124000033ta240123 g f ind  a978-979-2257-80-9 a813 a813 TER d0 aTere Liye1 aDaun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin /cTere Liye acetakan Pertama aJAKARTA :bGramedia Pustaka Utama,c2010 a264 hlm :bilus 4aFiksi Remaja aDia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik. Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekali pun. Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan ini. Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. Tak pantas. Maafkan aku, Ibu. Perasaan kagum, terpesona, atau entahlah itu muncul tak tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua. Sekarang, ketika aku tahu dia boleh jadi tidak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, biarlah... Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun... daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya.